SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH
SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH
A ssalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Alloh SWT disertai rasa syukur karena dengan bimbinga...
Kamis, 12 September 2019
SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH
Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Alloh SWT disertai rasa syukur karena dengan bimbingan , rahmat dan karunia Nya akhirnya website sekolah ini dapat kami perbarui . Selamat datang di website SMP Negeri 23 Surabaya. Dalam perkembangan era globalisasi dan pesatnya kemajuan teknologi dan informasi ini tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan website untuk dunia pendidikan khususnya Sekolah sangat penting.Media website inidapat digunakan sebagai penyedia sarana dalam menyebar luaskan informasi dan terkini dari Sekolah
TAMAN TOGA
Taman Toga merupakan salah satu dari Kelompok Kerja Program Adiwiyata yang ada di Sekolah Menengah Pertama Negeri 23 Surabaya
Rabu, 11 September 2019
RUMAH KOMPOS SMP Negeri 23 Surabaya Tahun 2018
Sampah menjadi permasalahan, bukan hanya bagi SMP Negeri 23
Surabaya di Surabaya tetapi juga di kota-kota besar di Indonesia. Sehingga masalah
penanganan sampah menjadi sangat penting, agar sampah tidak menggunung karena timbunan dan
menyebabkan banjir, longsor, dan lain-lain. Apabila dilakukan pengolahan yang tepat
terhadap sampah itu, maka akan menghasilkan suatu produk yang bermanfaat bahkan bernilai
jual tinggi.
Pengolahan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaur-ulangan, atau
pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yang
dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya di kelola untuk mengurangi dampaknya
terhadap kesehatan, lingkungan, atau keindahan. Pengolahan sampah juga dilakukan untuk
memulihkan sumber daya alam. Pengelolahan sampah bisa melibatkan zat padat, cair, gas, atau
radio aktif dengan metode dan keahlian khusus untuk masing-masing jenis zat.
Sampah dilingkungan SMP Negeri 23 Surabaya terbagi dalam sampah organik berupa daun-daun,
rumput, atau sisa tanaman dan sampah anorganik yang terbagi dalam sampah kertas dan sampah
plastik pembungkus makanan atau minuman. Sedangkan sampah yang tergolong B3 dari lingkungan
sekolah dapat berupa baterai bekas, botol-botol atau siring bekas tinta printer, dan
botol-botol bekas laboratorium
B. TUJUAN : Mengurangi volume Sampah yang keluar dari sekolah menggunakan mesin pencacah
sampah organik
C. Proses Pengomposan Tahapan pengolahan daun menjadi pupuk kompos :
1. Mengumpulkan daun yang ada di sekitar halaman.
2. Memilah sampah organik (daun ) yang akan dijadikan kompos.
3. Mencacah sampah daun , memasukkan sampah daun kedalam mesin pencacah
4. Hasil dari mesin pencacah dimasukkan ke Bak 1 selama 2 minggu dibolak-balik dan disiram air
5. Memindahkan dari Bak 1 ke Bak 2 selama 1 minggu dibolak-balik dan diaduk-aduk disiram air
6. Dari Bak 2 di pindahkan ke Bak 3 selama 1 minggu dibolak-balik dan diaduk-aduk disiram air
7. Dari Bak 3 di pindahkan ke Bak 4 selama 1 minggu dibolak-balik dan diaduk-aduk disiram air
8. Kompos siap untuk di gunakan.
B. TUJUAN : Mengurangi volume Sampah yang keluar dari sekolah menggunakan mesin pencacah
sampah organik
C. Proses Pengomposan Tahapan pengolahan daun menjadi pupuk kompos :
1. Mengumpulkan daun yang ada di sekitar halaman.
2. Memilah sampah organik (daun ) yang akan dijadikan kompos.
3. Mencacah sampah daun , memasukkan sampah daun kedalam mesin pencacah
4. Hasil dari mesin pencacah dimasukkan ke Bak 1 selama 2 minggu dibolak-balik dan disiram air
5. Memindahkan dari Bak 1 ke Bak 2 selama 1 minggu dibolak-balik dan diaduk-aduk disiram air
6. Dari Bak 2 di pindahkan ke Bak 3 selama 1 minggu dibolak-balik dan diaduk-aduk disiram air
7. Dari Bak 3 di pindahkan ke Bak 4 selama 1 minggu dibolak-balik dan diaduk-aduk disiram air
8. Kompos siap untuk di gunakan.
Senin, 15 April 2019
DAFTAR NAMA GURU SMP NEGERI 23 TAHUN 2019-2020
DAFTAR NAMA GURU SMP NEGERI 23 TAHUN 2019-2020
table
| No | Nama Lengkap | N I P | TUGAS MENGAJAR |
|---|---|---|---|
| 1 | Dra.Laili Fadila ,MM | 19620313 198703 2 010 | KS & Bahasa Indonesia |
| 2 | Ali Muchson, S.Pd.,MM | 19591125 198101 1 005 | Bahasa Indonesia |
| 3 | Kun Mariyati, S.Pd. | 19610609 198303 2 014 | Prakarya |
| 4 | Flora Hutahaean, S.Pd. | 19611009 198303 2 011 | IPS |
| 5 | Hj. Lies Kardianti, S.Pd.M.Pd | 19590925 198202 2 004 | IPA |
| 6 | Hj. Tutik Mintiasih, S.Pd. M.Pd | 19600828 198111 2 004 | B.Ind |
| 7 | Suhardjono, S.Pd | 19600913 198111 1 003 | B.Ind |
| 8 | Dra. Eko Palupi | 19610918 198603 2 013 | Kurikulum & IPA |
| 9 | Erriniati, S.Pd. | 19611129 198412 2 003 | IPA |
| 10 | Hj. Ngadiyah, S.Pd. | 19600813 198703 2 009 | Matematika |
| 11 | Siti Halimah , SPd | 19631125 198702 2 002 | Kesiswaan , BK |
| 12 | Dra. Cicilia Joeroelly. Mediastoeti | 19631201 198903 2 006 | IPS |
| 13 | Dra. Gagar Rusi Ahwati. M.Pd | 19651024 198703 2 011 | Bahasa Inggris |
| 14 | Dra. Hj. Luky Riyadita | 19660121 199003 2 009 | Bimbingan Konseling |
| 15 | Hj. Tri Lutiyani, S.Pd. | 19660724 198903 2 009 | IPA |
| 16 | Dra. Sulistyorini | 19630209 199303 2 003 | Waka II , PKN |
| 17 | Dra. Budi Sujiningati, M.Si | 19630208 199006 2 001 | PKN |
| 18 | Dra. Budi Sujiningati, M.Si | 19630208 199006 2 001 | PKN |
| 19 | Puji Astuti, SS | 19620723 198403 2 006 | Bahasa Inggris |
| 20 | Nasikin,S.Pd,MM | 19640807 198901 1 005 | Humas , Matematika |
| 22 | Nur Chasanah, S.Pd. M.Pd | 19610916 198112 2 006 | Bendahara , IPA |
| 24 | Tjaturini Prasetyaningrum. S.Pd | 19620830 198403 2 006 | Matematika |
| 25 | Eko Admarini, S.Pd. | 19610910 198903 2 006 | IPS |
| 26 | Ni Ketut Sayang, S.Pd. | 19641231 198603 2 099 | Seni Budaya |
| 27 | Rida Baktiati, S.Pd | 19650417 199203 2 005 | Kurikulum , Matematika |
| 28 | Dra. Sri Isni Siswanti | 19621129 199512 2 001 | PKN |
| 29 | Drs. Mulyadi | 19630310 199903 1 002 | P J O K |
| 30 | Dra. Retno Herimijati | 19660209 199903 2 003 | Bahasa Inggris |
| 31 | Dra. Endang Sri Purwati | 19661106 200501 2 003 | Basa Jawa |
| 32 | Dra. Sri Marjuni | 19660803 200701 2 011 | Matematika |
| 33 | Estu Sri Widjatmoko. S.Pd | 19700628 200701 1 011 | Bahasa Inggris |
| 34 | Abdulloh Mas'ud. S.Ag | 19710312 200501 1 003 | Pendidikan Agama Islam |
| 35 | Retno Suryani, SE | 19660428 198903 2 007 | Prakarya+IPS |
| 36 | Ninik Setyo Rahayu, S.Pd. | 19790501 200801 2 021 | I P A |
| 37 | Kun Hayana Hayati , SPdI | 19710113 200501 2 001 | Pendidikan Agama Islam |
| 38 | Drs. Darmawan Sutarno | 19670328 200801 1 004 | Bahasa Indonesia |
| 39 | Novita Apriliyanti, SPd | 19880415 201001 2 006 | Basa Jawa |
| 40 | Drs. Mat Solikin | 19630816201412 1 001 | P J O K , BIMTIK |
| 41 | Maria Margareta Purborini , SPd | Pend Agama Katholik | |
| 42 | Dra. Rr Wasis Thaningsri | GTT | Bahasa Indonesia |
| 43 | Widarti. S.Pd | GTT | Prakarya |
| 44 | Siti Khoirun Nida'. S.Ag | GTT | Pendidikan Agama Islam |
| 45 | A. AGUNG SRI KRISNAWATI.S.Ag | GTT | Pendidikan Agama Hindu |
| 46 | Lia Choirun Nisa' ,MPd | OSS | Seni Budaya |
| 47 | Debyy Surya Ananda , SPd | OSS | Seni Budaya |
| 48 | Arida S , SPd | OSS | GPK Inklusi |
| 49 | Debora Lilik Tumini, S.Pd.K | GTT | Pend Agama Kristen |
| 50 | Rahma Dianita , S.Spsi | OSS | GPK Inklusi |
| 51 | Rahma Dianita , S.Spsi | OSS | GPK Inklusi |
| 52 | Nur Laudin , SPd | OSS | P J O K |
Selasa, 11 September 2018
KELOMPOK KERJA BIOPORI
A.Latar Belakang
Biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas organisma di dalamnya, seperti cacing, , perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah laiinya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara, dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.
Menunjukkan Foto melalui mikroskop elektron yang menggambarkan dua buah lubang yang terbentuk oleh cacing (pada lingkaran kuning bagian atas) dan lubang yang terbentuk oleh aktifitas akar tanaman (pada lingkaran kuning bagian bawah). Bila lubang-lubang seperti ini dapat dibuat dengan jumlah banyak, maka kemampuan dari sebidang tanah untuk meresapkan air akan diharapkan semakin meningkat. Meningkatnya kemampuan tanah dalam meresapkan air akan memperkecil peluang terjadinya aliran air di permukaan tanah
Atau dengan perkataan lain akan dapat mengurangi bahaya banjir yang mungkin terjadi. Secara alami kondisi seperti itu dapat dijumpai pada lantai hutan dimana serasah atau bahan organik terumpuk di bagian permukaan tanah. Bahan organik ini selanjutnya menjadi bahan pakan (sumber energi) bagi berbagai fauna tanah untuk melakukan aktifitasnya termasuk membentuk biopori. Pada ekosistem lantai hutan yang baik, sebagian besar air hujan yang jatuh dipermukaannya akan diresapkan kedalam tanah.
Ekosistem demikian dapat ditiru di lokasi lain dengan membuat lubang vertikal kedalam tanah. Lubang-lubang tersebut selanjutnya diisi bahan organik, seperti sampah-sampah organik rumah tangga, potongan rumput atau vegetasi lainnya, dan sejenisnya. Bahan organik ini kelak akan dijadikan sumber energi bagi organisme di dalam tanah sehinga aktifitas mereka akan meningkat. Dengan meningkatnya aktifitas mereka maka akan semakin banyak biopori yang terbentuk.
Kesinergisan antara lubang vertikal yang dibuat dengan biopori yang terbentuk akan memungkinkan lubang-lubang ini dimanfaatlkan sebagai lubang peresapan air artifisial yang relatif murah dan ramah lingkungan. Lubang resapan ini selanjutnya di beri julukan LUBANG RESAPAN BIOPORI atau disingkat sebagai LRB.
Keunggulan dan Manfaat Lubang Biopori
Lubang resapan biopori adalah teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir dengan cara (1) meningkatkan daya resapan air, (2) mengubah sampah organik menjadi kompos dan mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan metan), dan (3) memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan akar tanaman, dan mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air seperti penyakit demam berdarah dan malaria.
Meningkatkan Daya Resapan Air
Kehadiran lubang resapan biopori secara langsung akan menambah bidang resapan air, setidaknya sebesar luas kolom/dinding lubang.. Sebagai contoh bila lubang dibuat dengan diameter 10 cm dan dalam 100 cm maka luas bidang resapan akan bertambah sebanyak 3140 cm 2 atau hampir 1/3 m 2. Dengan kata lain suatu permukaan tanah berbentuk lingkaran dengan diamater 10 cm, yang semula mempunyai bidang resapan 78.5 cm 2 setelah dibuat lubang resapan biopori dengan kedalaman 100 cm, luas bidang resapannya menjadi 3218 cm 2.
Dengan adanya aktivitas fauna tanah pada lubang resapan maka biopori akan terbentuk dan senantiasa terpelihara keberadaannya. Oleh karena itu bidang resapan ini akan selalu terjaga kemampuannya dalam meresapkan air. Dengan demikian kombinasi antara luas bidang resapan dengan kehadiran biopori secara bersama-sama akan meningkatkan kemampuan dalam meresapkan air.
Mengubah Sampah Organik Menjadi Kompos
Lubang resapan biopori "diaktifkan" dengan memberikan sampah organik kedalamnya. Sampah ini akan dijadikan sebagai sumber energi bagi organisme tanah untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi. Sampah yang telah didekompoisi ini dikenal sebagai kompos.. Dengan melalui proses seperti itu maka lubang resapan biopori selain berfungsi sebagai bidang peresap air juga sekaligus berfungsi sebagai "pabrik" pembuat kompos. Kompos dapat dipanen pada setiap periode tertentu dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada berbagai jenis tanaman, seperti tanaman hias, sayuran, dan jenis tanaman lainnya. Bagi mereka yang senang dengan budidaya tanaman/sayuran organik maka kompos dari LRB adalah alternatif yang dapat digunakan sebagai pupuk sayurannya.
Memanfaatkan Fauna Tanah dan atau Akar Tanaman
Seperti disebutkan di atas. Lubang Resapan Biopori diaktikan oleh organisme tanah, khususnya fauna tanah dan perakaran tanaman. Aktivitas merekalah yang selanjutnya akan menciptakan rongga-rongga atau liang-liang di dalam tanah yang akan dijadikan "saluran" air untuk meresap ke dalam tubuh tanah.
Dengan memanfaatkan aktivitas mereka maka rongga-rongga atau liang-liang tersebut akan senantiasa terpelihara dan terjaga keberadaannya sehingga kemampuan peresapannya akan tetap terjaga tanpa campur tangan langsung dari manusia untuk pemeliharaannya.Hal ini tentunya akan sangat menghemat tenaga dan biaya. Kewajiban faktor manusia dalam hal ini adalah memberikan pakan kepada mereka berupa sampah organik pada periode tertentu. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan menjadi humus dan tubuh biota dalam tanah, tidak cepat diemisikan ke atmosfir sebagai gas rumah kaca; berarti mengurangi pemanasan global danmemelihara biodiversitas dalam tanah.
Dengan hadirnya lubang-lubang resapan biopori dapat dicegah adanya genangan air, sehingga berbagai masalah yang diakibatkannya seperti mewabahnya penyakit malaria, demam berdarah dan kaki gajah (filariasis) akan dapat dihindari.
B.DASAR HUKUM
!.Kerja sama antara Kementerian Lingkungan Hidup, Kemendikbud,Kemendagri,dan Kemennag penandatanganan kebijakan Tentang Pendidikan Lingkungan
Hidup Tahun 2004.
2.Kemen Lingkungan Hidup dan Kemendikbud Menandatangani kesepakatan Bersama Nomor : KEP.07/MENLH/06/2005 dan NOMOR:05/VI/KB/2005Tentang pembinaan
dan Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup.Tahun 2005
3.Penandatanganan Kepesepakatan Bersama antara Depdikbud dan Kemen LH No: 0142/U//1996 dan NO: KEP/89/MENLH/5/1996 Tentang dan Pengembangan
Pendidikan Lingkungan Hidup.Tahun 1996.
4. Pencanagan Program Adiwiyata oleh Kemendikbud sebagai tindak lanjut Kesepakatan bersama antara Kemendikbud dan Kemen LH,Tahun 2006.
C.VISI DAN MISI
VISI Pokja Biopori Adiwiyata SMP Negeri 23 Surabaya
Unggul dalam prestasi,disiplin,santun,meningkatkan literasi,berbudaya
lingkungan, anti narkoba dan kekerasan serta berpijak pada iman.
MISI Pokja Biopori Adiwiyata SMP Negeri 23 Surabaya
1. Membentuk peserta didik unggul dalam prestasi akademik dan non akademik.
2. Mengoptimalkan kecerdasan intelektual,emosional, spiritual,dan sosial.
3. Terampil dalam penguasaan teknologi informasi,komunikasi sesuai
kompetensinya.
4. Membentuk pesrta didik berbudi luhur ,berperilaku disilin, jujur,Santun dalam
mengaktualisasikan etika dan norma agama.
5. Mengajak warga sekolah dan masyarakat meningkatkan budaya literasi.
6. Mendorong warga sekolah untuk peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup.
7. Mengajak warga sekolah untuk mencegah pencemaran dan kerurakan
lingkungan.
8. Merangsang warga sekolah berperilaku aktif,inovatif,memanfaatkan limbah
menjadi sesuatu bernilai ekonomis.
9. Mewujudkan sekolah anti narkoba dengan membentuk kader dan satgas P4GS.
10.Mengendalikan diri tidak melakukan kekerasan,perundungan/ bullying terhadap
teman atau orang lain.
11.Mengimplementasikan ajaran agama dan toleransi umat beragama
D. MOTTO
Motto Pokja Biopori Adiwiyata SMP Negeri 23 Surabaya
1.SAMPAH ORGANIK HARUS TERMANFAATKAN
2.BERIKAN NAPAS DAN MAKANAN UNTUK ORGANISME DAN MIKROORGANISME DI BAWAH TANAH AGAR MEREKA JUGA BAHAGIA
3.DIA ORGANISME DAN MIKROORGANISMEBAWAH TANAH JUGA MAKLHUK HIDUP SAMA SEPERTI KITA BUTUH NAPAS
4.MANUSIA HARUS PUNYA KASIH SAYANG TIDAK HANYA SESAMA MANUSIA TAPI JUGA HEWAN, TUMBUHAN DAN MIKROORGANISME
5.KEHIDUPAN TIDAK HANYA DI ATAS TANAH TAPI JUGA DI BAWAH TANAH, KITA HARUS TAHU DAN MENYAYANGI
E. MANFAAT BIOPORI
Manfaat Lubang Resapan Biopori
1. Meningkatkan daya peresapan air dan cadangan air dan tanah.
2. Mengubah sampah organic menjadi kompos.
3. Mengurangi emisi CO2 dan metan.
4. Mengatasi penyebab penyakit yang ditimbulkan oleh adanya genangan air.
5. Mencegah banjir.
6. Menjaga kebersihan lingkungan.
7. Menyuburkan tanaman.
8. Meningkatkan kualitas air tanah.
9. Menjaga keanekaragaman hayati di dalam tanah.
10. Mendukung penghijauan.
11. Meningkatkan cadangan air dalam tanah
.
F. PELAKSANAAN POKJA BIOPORI
1. Pelaksanaan dimulai bulan Juli 2019 s/d Juni 2020
2. Membuat biopori baru sejumlah 50 titik
3. Sumber dana dari sekolah
Catatan:
Setiap hari petugas piket mengontrol keadaan biopori di lingkungan sekolah.
Setiap 2 minggu sekali semua anggota Pokja Biopori mengambil daun-daun yang
sudah menjadi kompos diganti dengan yang baru.
H. TATA TERTIB POKJA BIOPORI
1. Anak-anak dilarang mengambil tutup biopori.
2. Anak-anak dilarang membuka tutup biopori sebelum waktu yang ditentukan.
3. Anak-anak dilarang merusak biopori.
4. Anak-anak dilarang mengotori sekitar bIopori
I. Cara Membuat Lubang Biopori
1. Buat lubang silinderis secara vertikal ke dalam tanah dengan diamter 10 cm. Kedalaman kurang lebih 100 cm atau tidak sampai melampaui
muka air tanah bila air tanahnya dangkal. Jarak antar lubang antara 50 - 100 cm
2. Mulut lubang dapat diperkuat dengan semen selebar 2 - 3 cm dengan tebal 2 cm di sekeliling mulut lubang.
3. Isi lubang dengan sampah organik yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman, dedaunan, atau pangkasan rumput
4. Sampah organik perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah berkurang dan menyusut akibat proses pelapukan.
5. Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang resapan.
J. LAPORAN KEGIATAN POKJA
I. POKJA : Biopori
II.PROGRAM : Biopori
Minggu, 15 Juli 2018
Mantapkan Kinerja dengan Pelatihan, Siap Hadapi Tantangan Abad 21
Sosok guru Abad 21 harus menguasai
pengetahuan akademik, pedagogik, sosial dan budaya; mampu berpikir kritis,
tanggap terhadap setiap perubahan, dan mampu menyelesaikan masalah. Guru datang
ke sekolah tidak melulu untuk mengajar. Selain kemampuan untuk mengelola kelas,
guru diharapkan dapat menjadi pemimpin dan agen perubahan yang mampu
mempersiapkan anak didik untuk siap menghadapi tantangan global yang masih
terus akan berubah,” demikian yang disampaikan
Drs. Martijan, S.H., M.Hum., Pengawas Dispendik Surabaya, mengawali
Pelatihan Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMPN 23 Surabaya di
Ruang Pertemuan Lt.2, Jumat pagi (13/07/2018).
Martijan menegaskan
bahwa tanggung jawab pendidikan Abad 21, selain pendidikan karakter, perlu
ditambahkan ketrampilan siswa menghadapi tantangan abad ini, di antaranya
memerlukan empat keterampilan, yaitu dalam hal Creativity and
Innovation, Critical Thinking and Problem Solving, Communication,
and Collaboration.
Creativity and
Innovation menuntut setiap
individu agar kreatif dan memiliki keberagaman ide jika ingin sukses pada Abad
21. Sehingga dalam dimensi kreatif ini, guru pun harus kreatif. Tidak hanya
mengharapkan kemampuan siswa pada level mendeskripsikan sesuatu, namun
bagaimana siswa mampu mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan
gagasan-gagasan baru kepada yang lain; bersikap terbuka dan responsif terhadap
perspektif baru dan berbeda.
Adapun Critical
Thinking and Problem Solving, merupakan masalah yang sifatnya akademis dan
otentis. Masalah akademis berupa masalah yang terkait pada ranah kognisi,
sedangkan masalah otentis lebih kepada masalah yang sering siswa hadapi
sehari-hari di sekitar mereka. Guru dituntut membekali siswa agar mampu
menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan
permasalahan yang dihadapi dengan mandiri, memiliki kemampuan untuk menyusun
dan mengungkapkan, menganalisa, serta menyelesaikan masalah.
Dalam hal Communication,
bahwa pada Abad 21 individu yang mampu bertahan adalah yang dapat berkomunikasi
dengan berbagai cara, baik tertulis maupun verbal. Guru dituntut mempersiapkan
siswa agar mampu memahami, mengelola, menciptakan komunikasi yang efektif dalam
berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, maupun multimedia. Siswa
diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan ide-ide, baik
pada saat berdiskusi dengan teman-teman maupun ketika menyelesaikan masalah
berkait dengan topik pembelajaran dari guru.
Sedangkan Collaboration,
menggambarkan hidup pada Abad 21 tidak tergantung lagi pada persaingan. Mereka
yang sukses pada abad ini adalah orang-orang yang dapat bekerja sama atau
berkolaborasi dengan berbagai kepentingan. Guru harus membiasakan siswa agar
mampu bekerja sama, berkelompok, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggung
jawab. Siswa dituntut bekerja secara produktif dengan yang lain, berempati, dan
menghormati perspektif yang berbeda, serta memiliki tanggung jawab dan
fleksibilitas secara pribadi sebagai anggota masyarakat, pungkas Martijan.
Dra. Laili Fadila, M.M.,
Kepala SMPN 23 Surabaya, dalam pembukaan acara pelatihan menuturkan bahwa
pelatihan diadakan dalam rangka bertujuan mempersiapkan pendidik dan tenaga kependidikan
untuk meningkatkan kinerja secara maksimal pada Tahun Pelajaran 2018/2019.
Untuk itu, para guru dan tenaga kependidikan harus mempersiapkan semua
perangkat kerja yang dibutuhkan.
“Mari kita bergandeng
tangan, bahu membahu dalam melayani, mempersiapkan, dan memfasilitasi siswa
kita untuk meraih mimpi-mimpinya,” imbuh mantan Kepala SMPN 16 Surabaya. (Humas
Dispendik Surabaya)
Langganan:
Postingan (Atom)

























